Monday, June 1, 2009

KATA DUA KPD HISHAM


Terengganu terus bergolak:
Atau singkir MB serta merta
Nab Presiden UMNO Dato' Seri Hishamuddin Hussein yang dilantik oleh Majlis Tertinggi (MT) selaku Pengerusi Perhubungan Negeri Terengganu diberi kata dua sama ada meminta Menteri Besar Dato' Seri Ahmad Said meletak jawatan atau menghadapi undi tak percaya apabila DUN bersidang Ogos ini. Kumpulan pendesak 18 ADUN itu mempunyai cukup majoriti untuk lakukan undi tak percaya, menurut sumber yang rapat dengan kumpulan berkenaan. "Penyelesaian krisis di Terengganu ialah Ahmad Said perlu meletakkan jawatan serta merta," beritahu sumber tersebut kepada beberapa laman blog.
Dalam perjumpaan di pejabat Hishamuddin di Putrajaya 20 Mei lalu, kata dua itu sudah disampaikan kepada beliau selaku Pengerusi Perhubunan Negeri Terengganu. Ahmad Said di samping bekas Menteri Besar Terengganu Dato' Seri Idris Jusoh turut hadir dalam perjumpaan tersebut bagi mencari formula menyelesaikan krisis UMNO Terengganu. Keputusan tersebut bukan sahaja memberi kata dua kepada Hishamuddin, malah dilihat sebagai protes dengan pelantikannya selaku pengerusi perhubungan. "Dalam perkembangan ini bekas setiausaha perhubungan, Dato' Rosol Wahid dilihat sebagai ADUN yang mahukan Ahmad meletak jawatan" menurut sumber it menambah.

INFO SASTERA & BUDAYA


PUISI

Citra Wayang Topeng-Topeng

Untuk kesekian kalinya kini
kerabatku Melayu
kian jua membelai pilu
menatang sayu
menimbang untung
menimang malang.

Terasa benar piatunya kita
di tanah pusaka terasa amat
menumpangnya kita
di rumah nan gadang
terasa sekali
hidup bagaikan tak beradat
terasa betapa
adab bagaikan tak berbudaya
terasa amat
aibnya kita melihat
hukum dipersenda
bagaikan raja tak beristana
bagaikan penghulu tak bermukim
bagaikan tok empat tak berkampung
bagaikan buapak tak berlembaga.

Siang mengumpul nista
malam mengulit nestapa
kepuk tak berpadi
antah digesek sajikan bubur
tubuh dah tak berkain
perca dijahit pembalut badan
telaga dah tak berair
embun ditadah
pembasuh luka.

Dan dalam demikian
kita sengsara
dara sunti teteknya dkelar
bagaikan mengukir teras kayu
membuat gasing mainan.

Merajalelanyalah sang putera
membinatangkan syahwat purbanya
di puncak tamadun digital
yang sudah glokal
lalu pak menteri
terkencing sendiri dalam berdiri
celananya basah
dan giginya terkancing.

Dan dalam bisunya itu
masih jua dia
memperbudakkan bijaksana
rakyat jelata
kerana mereka melata
tak bertelinga
tak bermata.

Makanya, belasungkawakah
yang sedang ditempah
oleh suatu bangsa
yang bercanda
dalam seloka
meraikan pemimpinnya
menjenakai tamadun
peradaban warisan
atas nama ketuanan bangsa
dalam citra
wayang topeng-topeng.

-Yassinsalleh
jam 1851
Jun 1, 09
Manek Urai
yang akan melihat
ketamakan kuasa
atau ulangan
percawatan ekor

ANALISIS PRK PENANTI...

Langkah SPR mengada-ngada:
UMNO berubah atau rakyat mengubah?

Calon Parti Keadilan Rakyat (PKR) pilihan Dato' Seri Anwar Ibrahim, Dr Mansor Othman menang dalam pilihanraya kecil DUN Penanti semalam (31 Mei 2009) akan dilantik menjadi Timbalan Ketua Menteri Pulau Pinang 1, Rabu ini (3 Jun 2009). Dr Mansor memperoleh 6,052 undi menewaskan tiga calon Bebas, Nai Khan Ari Nai Keow (494 undi), Aminah Abdullah (392 undi) dan Kamarul Ramizu Idris (56 undi) dengan majoriti 5,558 undi. Ketiga-tiga calon Bebas hilang wang peratruhan, di samping peratusan keluar mengundi terlalu rendah sekadar 46.15% dari sejumlah lebih 15 ribu pengundi berdaftar.

Langkah SPR mahu menjalankan penyiasatan berikutan peratusan rendah pengundi keluar membuang undi, dianggap sebagai mengada-ngada kerana tindakan UMNO tak meletakkan calon. Dalam fenomena berkenaan penyokong-penyokong UMNO sendiri tak keluar mengundi apabila berada dalam keadaan serba salah. Sekiranya penyokong-penyokong UMNO keluar mengundi bermakna mereka mengundi PKR, kerana sia-sia memberikan undi kepada Bebas. Justeru SPR dan UMNO tak perlu bersandiwara; apalagi tempoh 2013 terlalu singkat bagi memulihkan semula keyakinan rakyat, kerana sekarang pilihannya ialah sama ada UMNO berubah atau rakyat mengubah?

LAPORAN DARI JAKARTA:


Episod panjang di Kelantan:
Mano larikan diri balik ke Jakarta

Jakarta - Bak sebuah drama, Manohara Odela Pinot (gelaran di Malaysia, Cik Puan Temenggong Kelantan) merupakan pemeran utama wanita yang baru saja menyelesaikan episode panjangnya di Kesultanan Kelantan. Banyak hikmah yang ia dapatkan, namun yang pasti Mano menyatakan tidak akan kembali lagi ke Malaysia, "Saya tidak mau ke Malaysia lagi," ucapnya.Berikut petikan wawancara bersama Manohara di Markas Laskar Merah Putih, Jalan Biak, Petojo, Jakarta Pusat, Minggu (31/05/09)

Setelah kejadian ini, apakah Anda akan ke Malaysia lagi?

Saya tidak mau ke Malaysia lagi, I don't trust it anymore. Ke Singapore saja saya sudah mulai takut.

Bagaimana kronologis pulang ke Indonesia?

Jadi kita (pihak kerajaan Kelantan) ke sana (Singapura) karena sultan Kelantan ada heart attack (serangan Jantung), mau medical check up. Ketika itu harusnya 5 minggu, tapi ketika pihak kerajaan tau mama mau datang, baru 1 malam kita diminta packing.

Anda tahu Mama mau ke sana?

Ada seorang pihak kerajaan yang baik hati yang saya tidak bisa sebut namanya memberi tahu saya. Lalu saya mencoba mengulur waktu dengan mandi berlama-lama sampai digedor-gedor. Itu kan di lantai 13. Setelah itu ketika kita turun lift, pihak kerajaan kasih tau jangan turun ke bawah karena mama sudah di lobi. Mano mau dibawa ke lantai 3, itu lantai Raja, Mano mau dikunci di sana. Tapi Mano gak mau. Sempat juga mau disuntik.Mano akhirnya pencet-pencet tombol lift, dan datang polisi Singapura. Mano dibawa ke satu kamar dan tidak lama datang Mama. Pas di kamar, ada pihak embassy, saya legaan dikit. Lalu kita dibawa ke Airport.


Apa sebelumnya Anda pernah mencoba kabur dari Kelantan?

Enggak mungkin bisa kabur dari sana, karena kalau ketahuan pasti security-nya ditingkatin. Jadi Mano cari yang possibility nya ada.Kekerasan seperti apa yang selama ini Anda terima?Setiap hari ada kekerasan, yang silet-silet, sexual harassment, mental abuse, it is true.

Tadi Anda bilang disuntik, memang sebelumnya pernah disuntik juga?

Dulu pernah dua kali disuntik. Makanya saya mau cek ke dokter.Sebab pernah ketika keesokan habis disuntik saya muntah darah dan tidak lebih dari 4 hari berat badan saya naik 10kg. Itu kan nggak wajar. Mungkin mereka ingin terlihat saya sering makan atau terkesan hamil.Mano takut makan. Karena pernah sehabis makan langsung tidur dan pernah juga jadi grogi.

Apakah Anda merasakan adanya efek psikis?

Iya, several weeks I have depression. Tapi kalau saya sakit, saya membiarkan mereka menang.

Apa Anda menjadi trauma dengan laki-laki?

Kalau trauma, it means Teuku has killed my life.

Pernah tidak, Anda menanyakan kenapa Fakhry melakukan hal tersebut?

His answer because you are my property.

Apakah sekarang Anda masih cinta dengan Fakhry?

Perasaan definetely udah nggak cinta, tapi kalau perasaan benci Mano pikir itu sama dengan menyakiti diri sendiri saja (Mano tidak ingin memelihara perasaan benci).Menurut Mano, Tengku agak pshyco. Kalau dia lagi stubborn (keras kepala), saya seperti property bagi dia, saya seperti bukan manusia. Kalau orang biasa, pasti tidak akan melakukannya kan?Apa yang akan dilakukan ke depannya?

Apakah akan kembali ke dunia model?

Ke dunia model, why not?Mano juga mau menjadi aktivis. Mano mau make sure masyarakat kita yang ada di luar sana tetap terjaga. Supaya kalau ada yang menelepon (ke Kedubes Indonesia di Malaysia) nggak dibilang libur. Sebab banyak masyarakat Indonesia di sana yang mendapatkan perlakuan serupa. Bahkan banyak warga Malaysia yang ingin pulang tapi tidak diizinkan oleh raja. Most basic human right itu gak didapatkan di sana.Mano juga ingin meminta agar Kedubes RI di Malaysia diganti. Dia (Dubes RI) yang bilang kalau Mano senang-senang di KL (Kuala Lumpur), padahal kan tidak. Jadi harus diganti Kedubes RI di sana.

Apa pernah ada bantuan dari Kedubes RI di Malaysia?

(Ibu Manohara, Daisy Fajarina, menjawab) Enggak ada bantuan dari kedutaan Indonesia di sana, saya hanya dapat bantuan dari Laskar Merah Putih.

Apakah akan ada proses hukum ke depannya?

Mau ada proses hukum. Nanti lebih lanjut akan dibahas oleh lawyer saya.

Mano akan cerai dengan Fakhry (Tengku Muhammad Fakhry)?

Iya mau cerai. Memang dari dulu saya mau cerai.

Kalau di foto, Anda terlihat senang. Itu benar?

Foto itu semua di-plan. Mesti senyum. Kalau tidak diikuti lebih parah konsekuensinya. Abuse nya lebih kasar. PerhiasanItu juga berlian punya raja. Mano hanya dipinjamkan. Pas selesai (acaranya), semuanya dilepas sama bodyguard-nya.

Apa benar di sana Anda digaji?

Terus terang saja, di sana Mano membuat kue. Memang sempat dulu dikasih 3000 Ringgit, tapi nggak pernah dipakai karena sulit harus ada perizinan untuk menggunakannya.Kalau pun saya menggunakannya, saya akan memilih untuk membagi-bagikannya kepada waitresses (pelayan) di sana. Di istana ada semacam waitresses yang satu bulannya hanya digaji 500 Ringgit. Mereka bekerja selama 24 jam. Kalau mereka memecahkan sebuah gelas, mereka harus menggantinya. (http://detiknews.com/) .

Sunday, May 31, 2009

KOMENTAR...

bersama Pak Parjo...
Orang marah Chin Peng:
Najib pergi ke negeri China

Arakian Orangkaya Perdana Menteri Dato' Seri Mohd Najib Tun Razak bersama isteri pergila ia ke negeri China hari ini (31 Mei 2009). Adapun suatu masa dahulu ayahandanya Orangkaya Tun Razak pergilah ke negeri China ketika orang Melayu tak mahu bersamanya. Maka setelah pergi ke negeri China, mahulah orang Melayu bersamanya semula pada pilihanraya 1974. Maka Orangkaya Dato' Seri Najib berfikirlah dalam hatinya gerangan, kalau mahukan orang Melayu bersama hendaklah pergi ke negeri China. Hatta gemparlah sekalian orang banyak dalam negeri mengenai Chin Peng (gambar, kanan), maka Orangkaya Dato' Najib pergilah ia ke negeri China.

Sebermula maka Tun Perpatih Putih, adik Bendahara Paduka Raja, dititahkan Sultan Mansor ke benua China. Maka Tun Perpatih Putih pun belayarlah ke negeri China. Telah berapa lamanya di jalan maka sampailah ke benua China. Maka oleh raja China disuruhnya arak surat dari Melaka itu, dihentikan i rumah Perdana Menteri yang bernama Li Po. Setelah hampir dinihari, maka masuklah Li Po dengan segala menteri dan orang besar-besar hendak mengadap raja China maka Tun Perpatih Putih pun masuklah sama-sama.Maka katanya dalam hati, 'Hendak masuk mengadap raja China pun kena berbaris.' Maka oleh sekalian budak-budak dibuatnya nyanyi:

Mana upih berisi sagu
Hendak santap buah nona
Lama Tun Perpatih Putih menunggu
Hendak mengadap raja China.

Syahdan diketahui oleh Tun Perpatih Putih akan di kemudian hari kelak ada orang besar-besar Melayu berbaris juga mahu mengadap ke negeri China seperti disebut dalam 'Kitab Melayu' oleh:







HIDUP BAHASA MELAYU!

DARI LAMAN BLOG


Lemahkan semangat lawan:
Taktik lapuk kolonial British

Assalamualaikum,

Pelbagai taktik digunakan UMNO/BN bagi melemahkan semangat lawan sepanjang kempen pilihanraya kecil DUN Penanti dengan pengundian hari ini (31 Mei 2009) persis digunakan kolonial British pra merdeka sekitar dekad 1950-an. Ketika calon-calon berkempen misalnya pada pilihanraya 1955, kolonial British akan menghantar wayang jabatan penerangan (atau dikenali wayang penganda - sebenarnya propaganda) untuk mengganggu kempen. Bukan sahaja pada 1955, malah selepas UMNO/Perikatan berkuasa taktik sama digunakan di samping mengerah jentera kerajaan melakukan apa sahaja.

Ironinya, DUN Penanti UMNO tak meletakkan calon tetapi pasukan polis dan SPR melaksana tugas bagaikan mengikut skrip yang ditetapkan. Kalau pada 1999, Ezam Mohd Noor misalnya, dikenakan tekanan di bawah Akta Rahsia Rasmi, tetapi sekarang tak lagi diganggu untuk berkempen. Sebaliknya pimpinan PR dilaporkan dipanggil polis untuk sesi soal siasat yang membabitkan Akta Hasutan. Penggunaan kuasa kepolisan yang keterlaluan, bukan menakutkan orang ramai, sebaliknya menambahkan kebencian mereka terhadap UMNO/BN. Justeru taktik perang saraf kolonial British yang lapuk dan sudah lama berlalu, heh heh heh!

Pada 1987, UMNO begitu arogan mencabar Dato' Shahrir Samad apabila memberi sokongan terbuka kepada Tengku Razaleigh-Tun Musa Hitam. meletak jawatan seterusnya bertanding semula di kerusi Parlimen Johor Bharu. Dato' Shahrir menyambut cabaran tersebut, justeru UMNO terjelepoh jatuh ketika rakyat terlalu membencinya. Pada pilhanraya kecil 25 Ogos 1988 di Johor Bahru, Dato' Shahrir memperoleh 23,581 menewaskan calon UMNO Mas'ud Abdul Rahman sekadar 10,968 undi dengan majoriti lebih 12 ribu. Bagi menutup malu UMNO meminda akta pilihanraya, melarang wakil rakyat yang meletak jawatan bertanding semula bagi tempoh lima tahun.

Disebabkan pilihanraya kecil satu demi satu dimenangi BN pada dekad 1980-an termasuk di Parlimen Ampang Jaya, apabila Dato' Harun Idris juga tewas, UMNO terus berkokok, berkokok dan berkokok. Di Penanti barangkali UMNO berasa lega tak bertanding, tetapi menunggu pula DUN Manek Urai di Kelantan. Aduhai! Selepas ini tak tahu di mana lagi pilihanraya kecil, dan UMNO mahu tak mahu terpaksa juga bertanding. Kekelabutan di Perak sebenarnya sudah terjawab menerusi ucapan Dato' Seri Najib Tun Razak ketika merasmkan persidangan Wanita, Pemuda dan Puteri 24 Mac 2009 iaitu: 'Raja bertakhta tapi tak berkuasa!' isy isy isy!

-Pak Dharma

Saturday, May 30, 2009

PENANTI, PENANTI, PENANTI ESOK...

Pimpinan UMNO tak tanggugjawab:
Nafi kenyataan Khairy mewakili parti


Sikap UMNO menafikan kenyataan pemimpinnya dengan menganggap sebagai 'kenyataan peribadi' memperlihatkan pimpinannya tak lagi bertanggungjawab, jelas Jurucakap PRIMA Dato' Kamal Amir Kamal Hijaz. Menyentuh penjelasan Dato' Seri Mohd Najib Tun Razak mengenai kenyataan Ketua Pemuda UMNO Khairy Jamaluddin menyeru penyokong parti itu di Penanti tak keluar mengundi sebagai kenyataan peribadi, Dato' Kamal Amir menganggap ianya tak bertanggungjawab. "Pimpinan UMNO perlu bertindak secara kolektif, bukan membuat penafian terlalu mudah," katanya.

Najib boleh membuat penafian kalau yang membuat kenyataan itu ketua Pemuda Cawangan, tetapi yang meminta penyokong parti jangan keluar mengundi ialah Ketua Pemuda UMNO yang berstatus Naib Presiden. Tindakan disiplin perlu dikenakan kalau bertindak di luar keputusan kolektif pimpinan MT, jelas Dato' Kamal Amir yang juga bekas Exco Pemuda UMNO. Serentak dengan itu beliau melahirkan rasa kesal dengan sikap Najib dan Khairy seolah-olah berlaku percanggahan idea di peringkat atasan. "Pimpinan UMNO perlu bertanggungjawab apabila kenyataan dibuat oleh anggota pimpinan, bukan melepas batuk di tangga dengan menganggap kenyataan peribadi," Dato' Kamal Amir menambah.