Tuesday, June 23, 2009

BELASUNGKAWA BUAT AHMAD JAIS...

Isteri 'Abang Mat' meninggal:Kak Mashalilah yang pendiam

Berpulangnya ke rahmatullah Datin Mashalilah Mas Nayeem, 69, Iseorang pesuruhjaya sumpah barangkali tak dirasakan sangat oleh peminat sen tanah air, tetapi beliau memang rapat dengan aktiviti muzik. Tetapi Datin Mashalilah, isteri penyanyi Dato' Ahmad Jais memang tak pernah menonjolkan diri di samping suaminya, penyanyi popular dekad 60-an itu. Sejak keluarga mereka berpindah ke Shah Alam, memang saya tak lagi pernah bersua dengan Dato' Ahmad Jais (atau nama sebenarnya Muhammad Jais bin Ahmad) yang dikenali rakan-rakan sebagai 'Abang Mat'. Sekitar dekad 1980-an, biasanya kami akan teh tarik di warung Salim di Taman Seri Gombak (tetapi sekarang sudah menjadi restoran).

Allahyarhamah Kak Mashallilah pula sekali sekala sahaja bersua di rumah mereka, disebabkan ketika itu beliau berkhidmat di mahkamah. Ketika 'Abang Mat' menetap di Seri Gombak, kami sekadar 'teh tarik' di warung Salim di bawah pokok bersama rakan-rakan ketika majalah 'Intisari' dan 'Koleksi' beroperasi. 'Abang Mat' yang popular dengan lagu 'Di Ambang Sore', 'Kucupan Azimat' dan 'Menanti Di Ambang Syurga' sentiasa disenangi kawan-kawan sekalipun tutur katanya kasar dan keras. Bagi pihak PRIMA saya mengucapkan takziah kepada 'Abang Mat', berikutan berpulangnya ke rahmatullah isteri tersayang 'Kak Mashalilah'. Semoga Allah cucuri rahmat ke atas rohnya. Al-Fatihah!

SURAT PEMBACA...


Benar Islam itu mudah .. tapi :
bukan bermakna boleh diambil-mudah ....

Assalamualaikum Wr Wb

Sebenarnya kalau kita bandingkan dengan teliti antara ajaran Islam dengan ajaran agama lain, Islam justru paling mudah. Memang sekilas ajaran Islam mungkin terkesan agak sulit, bila dibandingkan agama yang telah dibuang semua isi ajarannya sampai sama sekali tidak punya aturan. Di zaman sekarang ini, nyaris hampir semua agama yang sejarahnya masih mengacu kepada agama tertentu di masa lalu, namun semua isi ajarannya telah dibuang, sehingga hampir tidak ada lagi aturan halal dan haram di dalamnya. Kalau ajaran Islam dibandingkan dengan agama model seperti ini, pastilah terkesan ajaran Islam itu lebih berat. Sebab agama-agama itu sudah kehilangan aturannya.

Semua menjadi serba boleh dan tidak ada kewajiban apapun.Tapi kalau kita mengacu kepada keaslian agama bersangkutan, yaitu sebelum dihilangkannya sebagian besar aturannya, maka sebenarnya agama Islam itu justru agama yang paling ringan, paling mudah dan paling sederhana. Kita ambil contoh pembanding yaitu antara syariat yang turun kepada Rasulullah SAW (Islam) dengan Bani Israil (Yahudi dan Nasrani). Mari kita paparkan satu per satu dan kita bandingkan, maka kita akan menemukan bahwa Islam itu agama yang paling mudah, paling ringan, paling sederhana, tapi memberikan reward yang jauh lebih besar.

Berikut ini beberapa contoh perbandingannya:

1. Umat Islam boleh melakukan shalat dimana saja di muka bumi, sedangkan bagi seorang yahudi atau nasrani, shalat itu harus di dalam rumah ibadah khusus milik mereka. Kalau tidak dilakukan di dalamnya, maka shalat itu tidak syah.

Nabi Zakaria as. adalah salah satu yang diwajbkan ibadah hanya di dalam mihrabnya, tidak diperkenankan untuk melakukannya di luar mihrabnya. Maka kalau kita baca sejarahnya, beliau selalu berada di dalam mihrabnya, tidak bisa kemana-mana. Karena tidak syah baginya bila shalat di luar mihrabnya itu. Namun shalat yang dilakukan oleh mereka pada hari ini sudah merupakan shalat yang keluar dari aturan asalnya. Sehingga tidak bisa dibandingkan dengan shalatnya umat Islam.

2. Dibolehkan bagi umat Islam untuk bersuci dengan tanah bila tidak ada air, yaitu tayammum. Syariat tayammum ini sebagai sebuah keringanan khusus buat umat Muhammad SAW saja, tapi tidak berlaku buat umat lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

Dari Abi Umamah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Telah dijadikan tanah seluruhnya untukkku dan ummatku sebagai masjid dan pensuci. Dimanapun shalat menemukan seseorang dari umatku, maka tanah itu menjadi pensucinya. (HR Ahmad 5: 248)
3. Puasa untuk umat Islam hanya sekedar dilarang makan dan minum, sedangkan untuk umat sebelumnya, bukan hanya dilarang makan dan minum tapi juga tidak boleh berbicara. Di dalam Al-Qur'an telah diceritakan kisah Maryam yang sedang berpuasa nadzar dan bungkam seribu bahasa saat dipaksa menceritakan halnya melahirkan bayi tanpa suami. Beliau hanya mampu memberi isyarat saja, lantaran sedang melakukan puasa nadzar dan tidak mau membatalkan puasanya.

Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini." (QS Maryam: 26)
maka Maryam menunjuk (memberi isyarat) kepada anaknya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?" (QS Maryam: 29)

4. Buat umat Muhammad SAW, puasa hanya diwajibkan 1 bulan di antara 12 bulan lainnya. Sedangkan untuk umat nabi Daud as, diwajibkan puasa selama 12 bulan dalam setahun penuh dengan berselang-seling antara puasa dengan tidak puasa. Tentu saja kewjiban ini sangat berat dilakukan. Bagi seorang muslim, puasa gaya nabi Daud as ini hanya bersifat sunnah, tidak wajib.
Dari Ibnu Umar ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Puasalah sehari dan berbukalah sehari. Itu adalah puasanya nabi Daud as dan itu adalah puasa yang paling utama. Aku menjawab, "Aku mampu lebih dari itu." Nabi SAW bersabda, "Tidak ada lagi yang lebih utama dari itu." (HR Bukhari - Shahih Bukhori Juz 2 halaman 697 hadits nomor 1875)

5. Di hari suci ibadahnya yaitu hari Jumat, umat Islam masih dibolehkan untuk mencari rejeki, baik sebelum shalat Jumat maupun setelah selesai shalat Jumat, kecuali setelah dikumandangkan adzan ketika khatib telah naik mimbar hingga imam selesai salam.
Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS Al-Jumu'ah: 9-10)

Namun umat lainnya benar-benar secara total diharamkan mencari rejeki di dalam hari ibadah khususnya. Salah satunya adalah yahudi yang diwajibkan ibadah total seharian di dalam rumah ibadah. Sama sekali tidak diperkenankan bagi mereka untuk keluar mencari rejeki. Ketika mereka melanggarnya, maka Allah SWT segera mengutuk mereka menjadi kera yang hina.
Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu , lalu Kami berfirman kepada mereka, "Jadilah kamu kera yang hina." (QS Al-Baqarah: 65)

6. Umat Islam dihalalkan makan sapi, kambing, unta dan hewan lainnya. Bukan hanya dagingnya tetapi seluruh bagian tubuhnya. Sedangkan orang - orang yahudi diharamkan untuk memakan bagian tertentu dari hewan yang halal itu. Semua ini disebabkan oleh kedurhakaan mereka. Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dansesungguhnya Kami adalah Maha Benar. (QS Al-An'am: 146)

7. Buat yahudi, dosa membunuh seorang nyawa manusia itu dilipat- gandakan berkali-kali. Bahkan Allah SWT menyatakan sama saja dengan membunuh semua nyawa manusia. Namun hal itu tidak berlaku buat umat Islam, justru bila ada seorang muslim membunuh, namun pihak keluarga korban merelakannya, dia tidak wajib dihukum qishash, cukup membayar diyat (denda) atau bahkan bebas seluruhnya. Oleh karena itu Kami tetapkan bagi Bani Israil, bahwa siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu orang lain atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.. . (QS Al-Maidah: 32)

8. Sebaliknya, bila seorang muslim melakukan satu kebajikan, maka dia akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Diantara contohnya adalah shalat fardhu yang hanya 5 kali dalam sehari semalam. Dahulu sebelumnya 50 kali kemudian diringankan kewajibannya menjadi 5 saja tapi dengan nilai pahala yang sama. Dan masih banyak lagi bukti-bukti kemudahan syariat Islam bila dibandingkan dengan syariat yang Allah turunkan kepada umat sebelum kita. Semua ini merupakan jawaban dari doa di dalam Al-Qur'an Al-Kariem:

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala yang diusahakannya dan ia mendapat siksa yang dikerjakannya, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkaupikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS Al-Baqarah: 286)

Adapun bila sekarang ini kita menyaksikan pemeluk agama lain kelihatannya bebas melakukan apa saja, bukan karena agama mereka membolehkan, melainkan karena para pemimpin agama mereka telah mengubah perintah Allah, menyelewengkan kalam Ilahi, kemudian menghalalkan yang telah diharamkan serta menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Padahal kalau dibandingkan dengan syariat aslinya yang diturunkan kepada mereka, syariat mereka jauh lebih sulit, berat dan nyaris tidak mampu dilakukan. Wallahu a'lam bish-shawab, Wassalamu 'alaikum warahmatullahi wa barakatuh - Ahmad Sarwat, Lc.

ISU SKANDAL PKFZ MUTAKHIR:


PKFZ: PAC bincang untuk:
Panggil Gani Patail Selasa depan

KUALA LUMPUR: Jawatankuasa Kira-Kira Wang Negara (PAC) akan membincangkan kemungkinan memanggil Peguam Negara, Tan Sri Abdul Gani Patail berhubung skandal Zon Bebas Pelabuhan Klang (PKFZ) pada mesyuarat Selasa depan. Timbalan Pengerusi PAC, Dr Tan Seng Giaw, berkata ini bagi mendapat penjelasan berhubung nasihat Peguam Negara itu mengenai pembelian tanah di Pulau Indah oleh Lembaga Pelabuhan Klang (LPK). "Peguam Negara telah menasihati cara pengambilan tanah mengikut Seksyen 4 Akta Pengambilan Tanah, namun nasihat itu tidak diguna pakai. Maka kami perlu tahu mengapa nasihat beliau (Peguam Negara) tidak diguna pakai. Pengambilan tanah oleh kerajaan negeri pada ketika itu membeli atas harga pasaran daripada RM10 kepada RM25 kaki persegi. - http://www.bharian.com.net

SURAT TERBUKA ABANG ZEK

Tandas begerak dilaman web:
Boleh layari lesungbatu.webs.com

Saudara saudarai sahabat sekelian, Maaflah sekali lagi ganggu ni. Pertama-tamanya saya mohon maaf kerana ada surat-surat yang belum disiarkan dalam komen pembaca kerana ruangannya agak terhad. Seperkara penting saya mohon ialah harap dapat berikan nama dan dari mana komen itu dihantar supaya tidaklah saya terpaksa tulis dari pelayar laman web ini sahaja. Seperkara lagi sepertimana biasa, cerita politik, kisah Terengganu belum selesai selagi kes SMS ugut belum mendedahkan siapa dalang di belakangnya secara sah. Yang tak sah kita dah boleh agak dah. Perangai buruk Datuk Seri Mohamad Nizar melaungkan Bubar DUN Perak sebaik sahaja selesai angkat sumpah sebagai ahli parlimen masih ramai lagi yang mengutuknya.


Terbaharu apabila Datuk Seri Anwar Ibrahim kata UMNO kena minta maaf dengan rakyat kelantan, ramai betul orang Kelantan yang marah dengan beliau. Datuk Ibrahim Ali yang bukan ahli UMNO pun naik berang. Dalam ruangan Gambar Menarik memaparkan satu ciptaan tandas bergerak untuk tempat-tempat yang tidak ada tanas menggunakannya. Jenakaria kali ini membawa telatah murid yang tidak mengaku salah atas kesalahannya pasti mencuit hati. Selamat melayari http://www.lesungbatu.webs.com/. Semoga dapatlah juga disampaikan kepada kawan-kawan mengenai lesungbatu ini. Terima kasih dan selamat jumpa lagi dan selamat sejahtera. - Abang Zek

MANUSIA & PERISTIWA


Sejarah kepahlawanan armada laut:
Najib generasi ke 21 kesultanan Bugis

Glori kepahlawanan amarda laut Melayu di nusantara sekitar perairan Laut China Selatan hingga ke Sulawesi di bawah pimpinan kesultanan Bugis akan didokumentasikan dengan kerjasama Indonesia, beritahu ahli perniagaan Dato' Abdul Aziz (gambar, berbaju belang) yang lebih dikenali Aziz Chemor. Katanya, dokumentasi berkenaan juga turut difilemkan sebagai langkah kerjasama dalam industri perfileman Malaysia-Sulawesi selepas lawatan Perdana Menteri Dato' Seri Mohd Najib Tun Razak ke Makasar baru-baru ini, jelasnya. "Tak dinafikan kepahlawanan armada laut Bugis berjaya memulihkan semula kedaulatan negeri-negeri Melayu yang dijajah Belanda termasuk Melaka," beliau menambah.

Dato' Aziz memberitahu dokumentasi berkenaan dipersetujui untuk dilaksanakan selepas pihak ahli sejarah di Sulawesi menelusuri keturunan Dato' Seri Najib adalah generasi ke 21 daripada waris keturunan kesultanan Bugis yang memimpin amarda laut Melayu satu ketika dulu. Justeru kata Dato' Aziz lagi, dokumentasi berkenaan merangkumi susur galur keturunan Dato' Seri Najib sebagai generasi ke 21 kesultanan Bugis yang mendominasi perairan dari Laut China Selatan hingga ke Laut Makasar sekitar kurun ke 18. "Pihak usahawan filem di Makasar juga berminat untuk menjadikan filem feature mengenai kepahlawanan Bugis hingga kepada generasi ke 21," menurut Dato' Aziz.

Bagaimanapun jelas Dato' Aziz, matlamat utama dokumentasi berkenaan untuk menghasilkan salasilah kesultanan Bugis hingga kepada generasi ke 21 yang diwakili Perdana Menteri, Dato' Seri Mohd Najib Razak. Setakat ini menurut Dato' Aziz beberapa pihak bersedia untuk membantu usaha berkenaan termasuk kerjasama bidang penulisan. Bekas editor akhbar 'Balai Muhibbah' Zakaria Bidin bersama sasterawan dan pengarang buku-buku autobiografi, Pak Dharma sudah memberi pengakuan untuk membantu, kata Dato' Aziz selanjutnya. "Kami akan ke Makasar untuk menemui tokoh-toko sejarah di sana," jelas Dato' Aziz menambah.

INFO HAK ASASI MANUSIA...

SRK Assunta diarah tutup:
Wabak H1N1 makin serius

Selepas Sekolah Jenis Kebangsaan Cina (SJKC) Jalan Davidson diarahkan ditutup, semalam (22 Jun 2009), Kementerian Kesihatan mengarahkan sebuah lagi sekolah ditutup disebabkan wabak selesema babi atau Influenza A (H1N1). Sekolah Rendah Kebangsaan Assunta 2 diarahkan ditutup selama seminggu berikutan seorang daripada muridnya dijangkiti H1N1. Menteri Kesihatan, Datuk Seri Liow Tiong Lai berkata, seorang pelajar perempuan warganegara Malaysia berumur 11 tahun yang belajar di sekolah berkenaan dikenal pasti sebagai kes ke-58 di negara ini yang disahkan positif H1N1.

“Pelajar perempuan tersebut merupakan kes jangkitan tempatan ke-7. Dia ialah kontak kepada kes 43 dan mula mengalami demam, batuk serta sakit tekak mulai semalam sebelum dimasukkan ke Hospital Sungai Buloh. “Dia disahkan positif H1N1 pada hari ini. Kami mengambil keputusan menutup SRK Assunta 2 mulai semalam hingga 27 Jun ini bagi memastikan wabak tersebut tidak merebak,” katanya pada sidang akhbar di lobi Parlimen di sini hari ini. - http://utusan.com/ .

Monday, June 22, 2009

FIKRAH MOHD AFFANDI HASSAN...


TOK GURU NIK AZIZ DAN
KEBIJAKSANAAN POLITIK MELAYU

Kebijaksanaan Tok Guru Nik Aziz terserlah apabila beliau membelasah pemikiran kuno para pemimpin PAS yang bermuka-muka dengan UMNO untuk membentuk kerajaan perpaduan. Ketika Pakatan Rakyat sudah mula kuat dan semakin mendapat sokongan rakyat, tiba-tiba timbul cadangan menubuhkan kerajaan perpaduan. Alasan yang diberikan terlalu naif dan sengaja dicari-cari untuk maksud yang tidak jelas.
Seperti kata peribahasa: tiada beban dicari beban, pergi ke pulau batu digalas. Rakyat patut berterima kasih kepada Tok Guru Nik Aziz kerana dapat melihat betapa sia-sianya cadangan itu, yang akhirnya akan menguntungkan UMNO/BN kerana kini PAS bersedia mengambil alih masalah UMNO/BN untuk dijadikan projek politik yang merugikan PAS sendiri dan berkemungkinan memecahbelahkan Pakatan Rakyat yang baru mulai kuat.

Bagaimana Presiden PAS boleh mengemukakan cadangan itu akan tinggal sebagai misteri politik yang berterusan. Cadangan itu tidak masuk akal dan terlalu naif untuk dilontarkan oleh seorang ketua parti yang terkenal dengan kritikan pedas tajam terhadap UMNO dan para pemimpinnya. Jika ini satu kesilapan, maka cacatlah kewibawaan seorang pemimpin Islam yang dilihat oleh masyarakat cuba mencari kesempatan bersifat peribadi dengan melemparkan kail tidak berumpan untuk menangkap ikan yang sudah terkulai di dalam air keruh.

Mengapa tidak dibiarkan saja ikan itu mati di dalam lumpur? Itulah yang menjadi misteri, yang hanya dapat difahami jika perbuatan itu dilihat sebagai tindakan naif yang membuang masa dan tenaga. Jika perbuatan itu bertujuan untuk menghidupkan ikan yang hampir mati, maka perbuatan itu tidak mendatangkan faedah sedikit pun. Jadi apakah tujuannya? Mujurlah Tok Guru Nik Aziz segera menegur dengan keras perbuatan sia-sia itu supaya dihentikan serta-merta.

Langkah bijak dan berani Tok Guru Nik Aziz menyelamatkan rakyat daripada terjerumus ke dalam lumpur politik yang akan merugikan banyak pihak itu telah mengangkat beliau ke taraf seorang negarawan yang pintar. Tentu saja UMNO berkata dengan marah Tok Guru itu anti-perpaduan; padahal perpaduan tidak bermakna apa-apa jika hanya untuk meneruskan kezaliman yang telah berlanjutan selama lebih dari 50 tahun. Mengapa tindakan cepat Tok Guru Nik Aziz sangat penting?


Terdapat tiga perkara utama yang perlukan tindakan segera dalam politik Malaysia. Pertama, mewujudkan keadilan dalam pembahagian kekayaan negara kepada semua rakyat, tanpa sekatan polisi yang disalahgunakan seperti Dasar Ekonomi Baru dan lain-lain dasar yang menguntungkan ketua-ketua UMNO dan rakan-rakannya dalam BN. Kedua, mewujudkan Baitulmal Zakat untuk mengurus dengan cekap kutipan zakat. Ketiga, merobah sama sekali dasar pembangunan negara yang diasaskan kepada perbuatan fasad.

Keadilan ekonomi dan sosial akan menjamin pembahagian kekayaan negara kepada yang memerlukan, boleh menghapuskan rasuah dan menyekat para pemimpin daripada salah laku dan salah guna kuasa untuk mendapat faedah peribadi. Pendeknya, tidak ada lagi diskriminasi dalam bentuk apa pun juga, di samping menjamin lahirnya para pemimpin yang amanah. Pada waktu ini para pemimpin sangat galak bercakap tentang amanah, tetapi mereka sendiri tidak amanah.

Jika mereka amanah, kemiskinan tentu sudah dapat dihapuskan dalam masa 50 tahun mereka memerintah. Kerana tidak amanah, kemiskinan dijadikan alat politik sebagai umpan pilihan raya. Sebaik saja diadakan pilihan raya, muncullah orang miskin untuk dibantu, kerana para pemimpin yang tidak amanah itu ingin dilihat sebagai pembela rakyat. Tidakkah itu perbuatan yang sangat jahat, satu penipuan politik yang tidak boleh dimaafkan? Keadilan Islam yang dimaksudkan di sini boleh diwujudkan dengan menghidupkan kembali prinsip taklif dalam kepemimpinan politik, pentadbiran, perundangan dan sebagainya.

Wujudnya taklif boleh dilihat dalam perilaku para pemimpin politik, pentadbiran, perundangan dan sebagainya yang menjadikan kesederhanaan sebagai nilai utama dalam kehidupan dan dalam cara bertindak. Orang yang mengutamakan kesederhanaan tidak tamak harta, tidak tamak kuasa, tidak tamak publisiti, tidak tamak pengikut. Keadilan Islam yang seperti itu telah ditunjukkan oleh Khalifah Umar Abdul Aziz, yang harus dijadikan contoh pemimpin politik yang unggul. Dalam konteks Malaysia, Tok Guru Nik Aziz mencerminkan watak Umar Abdul Aziz yang dimaksudkan.

Baitulmal Zakat perlu diwujudkan sekarang untuk membendung penyelewengan ekonomi Islam yang berlaku di Malaysia sekarang. Dalam ekonomi Islam, kini bank Islam dijadikan alat oleh bank riba untuk menarik orang Islam menyimpan di bank-bank riba yang kini berlumba-lumba memperkenalkan yang disebut mereka “produk bank Islam”. Apa yang disebut “produk” itu bertujuan untuk merebut keuntungan berlipat ganda atas nama Islam. Antara nama “produk” yang digunakan ialah “Al-Amin”, mengambil sempena gelaran Nabi SAW.

Tidakkah ini sejenis penyelewengan yang nyata? Tidak saja dalam politik Islam digunakan untuk mendapat undi, di dalam ekonomi juga Islam digunakan untuk mendapat keuntungan besar. Tetapi siapakah yang mendapat faedahnya? Bukan rakyat biasa, bukan golongan miskin. Dalam keadaan inilah maka Baitulmal Zakat diperlukan, supaya orang miskin dan lain-lain yang berhak diberi hak itu melalui wang zakat. Pembahagian zakat yang dilakukan pada waktu ini tidak menepati dengan kehendak dan tujuan zakat itu dijadikan hukum Islam.

Kita tidak boleh membiarkan apa juga jenis penyelewengan dalam pengurusan zakat, maka Baitulmal Zakat diperlukan untuk mengurus wang zakat dengan sempurna. Sebagai sebuah negara yang pesat membangun, Malaysia selalu ditonjolkan sebagai model pembangunan yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Adakah membina gelanggang lumba kereta selaras dengan Islam, yang kosnya berbilion ringgit? Adakah pusat-pusat perjudian yang hebat-hebat yang dibangunkan di Malaysia selaras dengan Islam?

Bagaimana kita boleh berkata dengan pasti taman-taman perumahan kita bukan menjadi punca kejatuhan moral dalam negara ini? Bagaimana kita boleh pertahankan kehidupan hedonisme yang mengutamakan hiburan dalam TV dan akhbar menggalakkan maksiat itu selaras dengan Islam? Banyak lagi perkara yang boleh kita tangani dengan berkesan dalam konteks Islam, tetapi tidak kita lakukan kerana kita meletakkan kebebasan hawa nafsu sebagai hak asasi manusia yang tidak boleh diganggu.

Jika kita teliti pembangunan yang kita laksanakan, sikap kita terhadap nilai-nilai Islam yang dikira kuno dan bertentangan dengan kemajuan moden, maka kita sebenarnya membangun negara ini berasaskan prinsip-prinsip fasad, bukan al-falah. Oleh hal yang demikian, kita harus merobah konsep dan pelaksanaan pembangunan kita secara total dengan mengasaskannya kepada konsep ilmu yang benar, yang meletakkan manusia dalam hakikat taklif yang menjadi matlamat manusia sejagat.

Taklif bagi bukan Islam terkandung di dalam ajaran moral yang dikaitkan dengan hakikat ketuhanan semua makhluk yang tidak boleh lari dari tuntutan makruf dan penolakan mungkar. Tidak ada manusia siuman yang menggalakkan yang mungkar dan menentang yang makruf. Itulah hakikat taklif dalam diri semua manusia yang tidak boleh ditolak dengan apa falsafah sekali pun, tetap terhunjam menjadi asas kehidupan bertamadun semua manusia dari dulu hingga kini. Tiga perkara yang dihuraikan dengan ringkas di sini adalah tuntutan politik yang tidak dapat tidak mesti dilaksanakan.

Bukan perpaduan dalam kemungkaran yang kita ingini, bukan itu yang diingini oleh semua manusia. Yang kita impikan ialah perpaduan berasaskan yang makruf, yakni yang berkait rapat dengan hakikat taklif semua manusia. Jika ketiga-tiga perkara yang dihuraikan di sini dilaksanakan dengan amanah, perpaduan akan terjadi dengan sendirinya, tidak perlu lagi segala usaha palsu kononnya untuk menubuhkan kerajaan perpaduan, padahal yang dilaksanakan ialah perkara-peraka mungkar yang menyusahkan manusia.

Apakah gunanya perpaduan dalam kemungkaran? Dalam konteks inilah Tok Guru Nik Aziz menjadi seorang tokoh yang patut dicontohi. Orang Melayu tidak rugi mempunyai seorang tokoh sehebat Tok Guru Nik Aziz. - [22/6/2009] Mohd. Affandi Hassan